Nama : Sarah Gusti Helmi
NPM : 47211892
Kelas : 3DA01
Bab
I
Pendahuluan
Lingkungan dunia yang mengalami
perubahan seperti adanya globalisasi, control masyarakat, perkembangan
teknologi, memberikan dampak bagi perkembangan suatu negara maupun bisnis.
Control masyarakat terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan maupun perusahaan,
sehingga pemerintah maupun pemimpin perusahaan tidak dapat membuat kebijakan
yang mengabaikan kepentingan masyarakat. Oleh sebab itu dalam menjalankan
kegiatannya perlu adanya keselarasan antara kompetensi yang dimiliki perusahaan
maupun pemerintah dengan lingkungan yang ada di luar organisasi (perusahaan dan
pemerintah).
Pertimbangan global praktis
berdampak pada keputusan strategis, batas-batas negara diabaikan.Untuk
mengetahui dan menghargai dunia dari perspektif orang lain telah menjadi
masalah hidup atau mati untuk bisnis. Dengan demikian perlu adanya kegiatan
dalam pengambilan keputusan yang disesuaikan antara kemampuan yang dimiliki
dengan lingkungan yang ada di sekitar sehingga perlunya adanya manajemen
strategi. Menopang manajemen strategis tergantung pada manajer mendapat
pengertian mengenai pesaing, pasar, harga, pemasok, distributor, pemerintah,
kreditor, pemegang saham dan pelanggan diseluruh dunia. Harga dan mutu dari
produk dan jasa perusahaan harus dapat bersaing di seluruh dunia, bukan hanya
di pasar lokal.
Persaingan yang memunculkan daya
saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme pasar (standar dan
benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa)
yang mampu menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, peningkatan daya saing
organisasi bersifat unik, tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek
kreativitas, kapasitas, teknologi yang diguna-kan dan jangkauan pemasaran yang
dicapai. Hal tersebut diwujudkan dari tampilan produk, produktivitas yang
ting-gi dan pelayanan yang baik.
Bab
II
Pembahasan
Pengertian
Sebelum melangkah lebih jauh
tentang seberapa jauh peran manajemen stratejik dalam pengembangan organisasi,
kita akan menyimak dulu pengertian dari manajemen stratejik itu sendiri,
berikut beberapa ahli yang memberikan gambaran atau teori tentang manajemen
stratejik itu sendiri.
Barney, 1997:27 Manajemen
strategis (strategic management) dapat dipahami sebagai proses pemilihan dan
penerapan strategi-strategi. Sedangkan strategi adalah pola alokasi sumber daya
yang memungkinkan organisasi-organisasi dapat mempertahankan kinerjanya.
Grant, 1995:10 Strategi juga
dapat diartikan sebagai keseluruhan rencana mengenai penggunaan sumber
daya-sumber daya untuk menciptakan suatu posisi menguntungkan. Dengan kata lain,
manajamen strategis terlibat dengan pengembangan dan implementasi
strategi-strategi dalam kerangka pengembangan keunggulan bersaing.
Michael A. Hitt & R. Duane
Ireland & Robert E. Hoslisson (1997,XV) Manajemen strategis adalah proses
untuk membantu organisasi dalam mengidentifikasi apa yang ingin mereka capai,
dan bagaimana seharusnya mereka mencapai hasil yang bernilai. Besarnya peranan
manajemen strategis semakin banyak diakui pada masa-masa ini dibanding
masa-masa sebelumnya. Dalam perekonomian global yang memungkinkan pergerakan
barang dan jasa secara bebas diantara berbagai negara, perusahaan-perusahaan
terus ditantang untuk semakin kompetitif. Banyak dari perusahaan yang telah
meningkatkan tingkat kompetisinya ini menawarkan produk kepada konsumen dengan
nilai yang lebih tinggi, dan hal ini sering menghasilkan laba diatas rata-rata.
Dengan
semakin berkembangnya teknologi informasi di dunia maya saat ini, dimana segala
kegiatan dalam kehidupan sehari-hari akan berbasis komputer. Maka dalam suatu
instansi,komputer merupakan alat kebutuhan dalam menciptakan dan memperoleh
serta memproses suatu sistem informasi yang setiap saat akan selalu berkembang.
Oleh karena itu setiap orang harus mampu berupaya mengikuti arus informasi yang
berkembang di dunia teknologi ini. Pada instansi perusahaan manapun saat ini
pastilah menggunakan Sistem Informasi Manajemen yaitu sebuah sistem manusia
ataupun mesin yang terpadu (integrated), untuk menyajikan informasi guna
mendukung fungsi operasi, manajemen dan pengambilan keputusan. Pada perusahaan,
sistem informasi yang umum digunakan adalah Corporate Information Management
(CIM) .
Corporate
Information Management (CIM) adalah suatu sistem berbasis komputer yang
dapat melakukan semua tugas akuntansi standar bagi semua unit organisasi secara
terintegrasi dan terkoordinasi. CIM Merupakan Platform teknologi yang bisa
menyatukan semua informasi dari berbagai bagian menjadi satu informasi secara logical,
sehingga perusahaan/organisasi mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan
mudah
Terdapat
6 dimensi dalam CIM ini, yaitu :
1. Pembentukan strategi
Perusahaan
dihadapi dengan kumpulan informasi yang dihasilkan dari informasi-informasi
luar. Kekayaan potensi untuk mengidentifikasi kecenderungan
perubahan. Manajemen informasi perusahaan bertanggung jawab untuk
mengidentifikasi sumber-sumber informasi eksternal yang terpercaya dan relevan
dan membangun sistem kesadaran dan respon yang memungkinkan perusahaan memantau
perkembangan dan memberikan tindakan yang sesuai dari informasi yang
didapatkan.
2. Perencanaan untuk Kebutuhan masa depan
Perubahan
telah menjadi bagian yang wajar dari bisnis. Ketika sebuah perusahaan
memutuskan untuk merubah cara bisnis mereka bahwa akan ada kebutuhan informasi
yang baru juga. Sebuah bisnis baru perlu diperhatikan dan memerlukan informasi
yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan. Inisiatif strategi baru juga
membawa banyak risiko. Maka dari itu, kunci keberhasilan pelaksanaan inisiatif
strategis adalah terlabeh dahulu merencanakan untuk mendapatkan informasi yang
baru.
3. Meningkatkan nilai utilitas informasi yang
tersedia
Bisnis
didukung oleh siklus hidup informasi. Nilai utilitas informasi didasarkan
pada apakah informasi tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas
proses operasional. Utilitas merupakan fungsi dari relevansi, akurasi,
kelengkapan dan ketepatan waktu dimana informasi ini tersedia pada saat dibutuhkan.
Pada dasarnya manajemen informasi perusahaan menjamin keterhubungan antara
bisnis dan teknologi informasi untuk memastikan bahwa informasi yang tersedia
untuk kelancaran proses bisnis.
4. Menghilangkan informasi yang berlebihan
Keburukan
dari era informasi adalah kelebihan informasi. Di hampir setiap perusahaan
masih ada software yang bekerja dan membuat laporan yang berlebihan. Seharusnya
dapat mendefinisikan mana informasi yang dibutuhkan dan mana yang tidak
dibutuhkan. Dengan pengurangan informasi yang tidak perlu dapat mengurangi
biaya teknologi informasi yang sia-sia.
5. Memastikan kepatuhan terhadap undang-undang
Legislasi
menuntut bahwa suatu perusahaan harus melindungi informasi klien dari
penyalahgunaan. Undang-undang lainnya untuk mengamankan hak pemegang
saham mendapatkan informasi yang berkualitas. Manajemen Informasi Perusahaan
harus terus menerus memastikan bahwa semua langkah berada di jalur nya dengan
mematuhi undang-undang yang ada.
6. Meningkatkan laba atas investasi di teknologi
informasi
Pengembalian
investasi menunjukkan peningkatan jumlah pendapatan yang dihasilkan, penurunan
biaya teknologi informasi dan pengurangan risiko bisnis. Manajemen informasi
perusahaan memastikan bahwa setiap potensi sumber daya teknologi informasi
adalah sepenuhnya dieksploitasi oleh bisnis. Sebuah value driver utama
bagi manajemen informasi perusahaan adalah untuk mengurangi risiko yang
ditimbulkan oleh informasi di perusahaan dengan memastikan bahwa informasi yang
cukup terlindung dari penyalahgunaan.
Komponen Dalam CIM / Corporate information Management
Dalam
penerapannya, CIM terbagi dalam 2 komponen. Komponen ini merupakan isi dari
sebuah CIM. Dipakai untuk mengumpulkan informasi informasi, mengolah data dan
yang berguna bagi perusahaan.
Komponen fungsional CIM:
- Administrasi dan Operasional : melakuka kegiatan rutin prosedur yang ada
- Database : penyimpanan informasi dan data
- Pelaporan manajemen : penyampaian laporan secara periodik
- Sistem Pencarian : bentuk informasi secara tak terstruktur
- Manajemen Data : menghubungkan komponen dengan database yang ada.
Komponen Fisik CIM :
- Hardware dan Software : perangkat umum yang digunakan perusahaan
- Database : media yang digunakan sebagai penyimpan data dan informasi
- Prosedur pengoperasian : instruksi operasional
- Personalia pengoperasian : Personil dalam perusahaan.
Peran
Manajemen Strategik
Untuk meraih segala cita-cita
atau tujuan yang diinginkan oleh suatu organisasi atau perusahaan maka
penerapan manajemen stratejik justru sangat dibutuhkan guna apa yang diinginkan
bersama dapat kit capai dengan sebaik mungkin. Peran manajemen stratejik ketika
diimplementasikan dalam suatu organisasi maka setiap unit atau bagian yang ada
dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebaik
mungkin. Apalagi melihat perkembangan zaman sekarang ini, dimana setiap
organisasi perusahaan telah melakukan ekspansi pasar guna mendapatkan keuntunga
yang banyak. Semuanya itu perlu langkah strategis dan taktik yang tepat
sehingga proses atau langkah yang diambil oleh pimpinan dapat dijalankan seefektif
dan seefisen mungkin.
Persaingan yang memunculkan daya
saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme pasar (standar dan
benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa)
yang mampu menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, peningkatan daya saing
organisasi bersifat unik, tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek
kreativitas, kapasitas, teknologi yang diguna-kan dan jangkauan pemasaran yang
dicapai. Hal tersebut diwujudkan dari tampilan produk, produktivitas yang
ting-gi dan pelayanan yang baik.
Manajemen
Strategik
Manajemen Strategik dalam
implementasinya diten-tukan oleh tahapan identifikasi lingkungan (internal dan
eksternal), perumusan strategi, implementasi strategi, pemantauan dan evaluasi
strategi. Hal tersebut disusun dari sistem lingkungan yang terdiri dari
analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan : sumber daya, kapabilitas
dan kompetensi inti) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang dikenal sebagai
SWOT ataupun pendekatan peran (policy, strategik dan fungsi) untuk mengetahui
faktor-faktor yang mempengaruhi, baik secara luas maupun spesifik,
Manfaat
Manajemen Stratejik
Dengan menggunakan manajemen
strategik sebagai suatu kerangka kerja (frame work) untuk menyelesaikan setiap
masalah strategis di dalam organisasi terutama berkaitan dengan persaingan,
maka peran manajer diajak untuk berpikir lebih kreatif atau berpikir secara
strategik.
Pemecahan masalah dengan menghasilkan dan Mempertimbangkan lebih banyak alternatif yang dibangun dari suatu analisa yang lebih teliti akan lebih menjanjikan suatu hasil yang menguntungkan.. Ada bebarapa manfaat yang diperoleh organisasi jika mereka menerapkan manajemen strategik
Pemecahan masalah dengan menghasilkan dan Mempertimbangkan lebih banyak alternatif yang dibangun dari suatu analisa yang lebih teliti akan lebih menjanjikan suatu hasil yang menguntungkan.. Ada bebarapa manfaat yang diperoleh organisasi jika mereka menerapkan manajemen strategik
Langkah
Dalam Pengembangan Organisasi
Langkah Pertama manajemen perlu
secara detail mengindentifikasi aktifitas yang perlu dikerjakan baik langsung
maupun tidak langsung sejak disusunnya proposal kegiatan (TOR), pengujian dan
penilaian, proses perencana-an program dan kegiatan, implementasi, pengendalian
dan pe-ngawasan.
Langkah Kedua yang perlu dilakukan untuk menganalisis profil/postur organisasi adalah mencari keterkaitan (lingkage) dari berbagai aktifitas rantai kegiatan tersebut, baik antar aktifitas pokok (fungsi utama) dan aktifitas penunjang (fungsi pelayanan)
Langkah Kedua yang perlu dilakukan untuk menganalisis profil/postur organisasi adalah mencari keterkaitan (lingkage) dari berbagai aktifitas rantai kegiatan tersebut, baik antar aktifitas pokok (fungsi utama) dan aktifitas penunjang (fungsi pelayanan)
Langkah Ketiga yaitu mencoba
mencari sinergi potensial yang mungkin dapat ditemukan diantara output yang
dihasilkan oleh setiap aktifitas yang dimiliki oleh organisasi.
Bab
III
Kesimpulan
Sebagai
suatu kesatuan dalam sebuah organisasi perlu menerapkan dan mengembangkan
kemapuan manajemen internalnya guna mencapai tujuan yang diinginkan dengan
mengarahkan segenap potensi dan strategi serta taktik yang tepat untuk
diaplikasikan.
Proses
manajemen strategis dapat diuraikan sebagai pendekatan yang obyektif, logis,
sistematis untuk membuat keputusan besar dalam suatu organisasi. Proses ini
berusaha untuk mengorganisasikan informasi kualitatif dan kuantitatif dengan
cara yang memungkinkan keputusan efektif diambil dalam kondisi yang tidak
menentu. Berdasarkan pada pengalaman, penilaian, dan perasaan, intuisi penting
untuk membuat keputusan strategis yang baik. Intuisi terutama bermamfaat untuk
membuat keputusan dalam situasi yang amat tidak menentu atau sedikit preseden.
Proses manajemen strategis didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi
seharusnya terus-menerus memonitor peristiwa dan kecenderungan internal dan
eksternal sehingga melaukan perubahan tepat waktu. Teknologi informasi dan
globalisasi adalah perubahan eksternal yang mengubah bisnis dan masyarakat dewasa
ini. Arus informasi yang cepat menghilangkan batas negara sehingga orang dari
seluruh dunia dapat melihat sendiri bagaimana cara hidup orang lain. Dunia
menjadi tanpa perbatasan dengan warga Negara global, pesaing global, pelanggan
global, pemasok global, dan distributor global.
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar