Nama : Sarah Gusti Helmi
NPM : 47211892
Kelas : 3DA01
Empat jenis sumber daya yang
pertama merupakan sumber daya fisik karenamemiliki wujud, sedangkan informasi adalah sumber daya konseptual.Para
manajer menggunakan sumber daya konseptual untuk mengelola sumber daya fisik
agar dapat digunakan dengan cara yang paling efektif.Manajer memastikan bahwa data mentah akan diproses secara optimal
agar diperoleh informasi yang
berguna. Manajer memastikan orang yang layak dalamorganisasi menerima informasi
dalam bentuk yang tepat dan saat yang tepat agar dapat
dimanfaatkan, kemudian manajer mengganti informasi yang tidak berguna
danmenggantikannya dengan informasi yang baru dan akurat.
BAB II
Pembahasan
LANGKAH-LANGKAH YANG DI AMBIL MANAJER DALAM MENENTUKAN SUMBER DAYA FISIK
DAN SUMBER DAYA KONSEPTUAL
Peranan Manajer
dalam Pengelolaan Manajemen Informasi
Semua manajer melaksanakan fungsi-fungsi yang
sama dan memainkan peran yang sama. Adapun fungsi-fungsi manajemen yang
dilakukan oleh Henry Fayoll yang merupakan seorang ahli teori manajemen
perancis antara lain:
1. Perencanaan (Planning ) yaitu bagian-bagian yang akan membuat suatu rencana
yang akan dilakukan.
2. Penataan atau pengorganisasian (Organizing) adalah bagian pelaksana
untuk mencapai rencana tersebut.
3. Penyusunan Staf (Staffing) yaitu organisasi dengan sumber daya yang
diperlukan.
4. Pengarahan (Directing) yaitu bagian yang mengarahkan untuk melakukan
rencana tersebut.
5. Pengawasan (Controlling) yaitu bagian yang mengawasi, mengendalikan, dan
menjaga agar organisasi beroperasi secara optimal.
Semua manajer, apapun tingkatan atau bidang
fungsionalnya melaksanakan fungsi-fungsi atau tugas-tugas tersebut, walau
mungkin dengan penekanan yang berlainan.
Dalam pengelolaan manajemen informasi pada perusahaan
, manajer sangatlah berperan penting, sehingga untuk mendukung hal tersebut
manajer harus memiliki beberapa keahlian dan pengetahuan manajemen.
Keahlian Manajemen
Tidak semua orang bisa menjadi seorang manajer.
Beberapa keterampilan, atau kemampuan untuk menerjemahkan
pengetahuan ke dalam tindakan yang menghasilkan kinerja yang diinginkan,
diperlukan untuk membantu karyawan lain menjadi lebih produktif.
Seorang manajer yang berhasil banyak memiliki
keahlian, tetapi ada dua yang mendasar yaitu komunikasi dan pemecahan masalah.
Keahlian komunikasi
Tidak semua orang bisa menjadi seorang manajer. Beberapa keterampilan, atau kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan ke dalam tindakan yang menghasilkan kinerja yang diinginkan, diperlukan untuk membantu karyawan lain menjadi lebih produktif. Keterampilan ini jatuh di bawah kategori berikut:
Manajer menerima dan mengirimkan informasi dalam
bentuk lisan dan tertulis. Komunikasi tertulis meliputi laporan, surat, memo,
e_mail dan terbitan berkala. Komunikasi lisan terjadi saat rapat, menggunakan
telpon,voice mail,meninjau fasilitas, makan bisnis, dan kunjungan sosial.
B. Keahlian Pemecahan Masalah
Pemecahan
masalah (Problem Solving) sebagai semua kegiatan yang mengarah pada solusi
suatu permasalah. Masalah dianggap sebagai sesuatu yang buruk , karena sedikit
yang menganggap masalah sebagai sesuatu untuk meraih kesempatan.
Masalah secara negatif sebagai suatu kondisi
atau kejadian yang berbahaya atau mungkin membahayakan suatu perusahaan , atau
secara positif sebagai sesuatu yang menguntungkan atau mungkin menguntungkan .
Hasil dari aktifitas pemecahan masalah adalah solusi. Selama pemecahan masalah,
manajer terlibat dalam pengambilan keputusan (Decision Making), yaitu tindakan
memilih dari beberapa alternatif tindakan. Keputusan (Decision) adalah suatu
tindakan tertentu yang telah dipilih.
Keterampilan lain yang dibutuhkan
oleh manajer
· Teknis
Skill
ini membutuhkan kemampuan untuk menggunakan kemampuan khusus atau keahlian
untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Akuntan, insinyur, peneliti pasar, dan
ilmuwan komputer, sebagai contoh, memiliki keterampilan teknis. Manajer
memperoleh keterampilan ini awalnya melalui pendidikan formal dan kemudian
mengembangkan mereka melalui pelatihan dan pengalaman kerja. Keterampilan
teknis yang paling penting di tingkat bawah manajemen.
· -Manusia
Keterampilan ini menunjukkan kemampuan untuk
bekerja dengan baik dalam kerjasama dengan orang lain. Keterampilan manusia
muncul di tempat kerja sebagai semangat kepercayaan, semangat, dan keterlibatan
tulus dalam hubungan interpersonal. Seorang manajer dengan keterampilan manusia
yang baik memiliki tingkat tinggi kesadaran diri dan kemampuan untuk memahami
atau berempati dengan perasaan orang lain. Beberapa manajer secara alami lahir
dengan keterampilan manusia yang besar, sementara yang lain meningkatkan
keterampilan mereka melalui kelas atau pengalaman. Tidak peduli seberapa
keterampilan manusia yang diperoleh, mereka penting bagi semua manajer karena
sifat yang sangat interpersonal pekerjaan manajerial.
·
-
Konseptual
Keterampilan ini panggilan untuk kemampuan untuk
berpikir analitis. Keterampilan analitis memungkinkan para manajer untuk memecah
masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, untuk melihat hubungan antara
bagian-bagian, dan untuk mengenali implikasi dari masalah satu untuk orang
lain. Sebagai manajer memikul tanggung jawab yang semakin tinggi dalam
organisasi, mereka harus berurusan dengan masalah ambigu lebih yang memiliki
konsekuensi jangka panjang. Sekali lagi, manajer dapat memperoleh keterampilan
ini awalnya melalui pendidikan formal dan kemudian mengembangkan mereka dengan
pelatihan dan pengalaman kerja. Semakin tinggi tingkat manajemen, keterampilan
konseptual menjadi lebih penting.
Meskipun ketiga kategori mengandung keterampilan
yang penting bagi manajer, kepentingan relatif mereka cenderung bervariasi
dengan tingkat tanggung jawab manajerial.
Bisnis dan manajemen pendidik semakin tertarik dalam membantu orang memperoleh teknis, ketrampilan manusia, dan konseptual, dan mengembangkan kompetensi spesifik, atau keterampilan khusus, yang berkontribusi terhadap kinerja yang tinggi dalam tugas manajemen. Berikut ini adalah beberapa keterampilan dan karakteristik pribadi yang Majelis Amerika Collegiate Sekolah Bisnis (AACSB) mendesak sekolah-sekolah bisnis untuk membantu siswa mereka mengembangkan.
Bisnis dan manajemen pendidik semakin tertarik dalam membantu orang memperoleh teknis, ketrampilan manusia, dan konseptual, dan mengembangkan kompetensi spesifik, atau keterampilan khusus, yang berkontribusi terhadap kinerja yang tinggi dalam tugas manajemen. Berikut ini adalah beberapa keterampilan dan karakteristik pribadi yang Majelis Amerika Collegiate Sekolah Bisnis (AACSB) mendesak sekolah-sekolah bisnis untuk membantu siswa mereka mengembangkan.
· - Kepemimpinan
kemampuan
untuk mempengaruhi orang lain untuk melakukan tuga.
· - Self-objektivitas
kemampuan
untuk mengevaluasi diri sendiri secara realistis.
· Analytic berpikir
kemampuan
untuk menafsirkan dan menjelaskan pola dalam informasi.
· Perilaku fleksibilitas
kemampuan
untuk memodifikasi perilaku pribadi untuk bereaksi obyektif ketimbang subyektif
untuk mencapai tujuan organisasi.
· Oral komunikasi
Kemampuan
untuk mengekspresikan ide-ide secara jelas dalam kata-kata.
· Ditulis komunikasi
Kemampuan
untuk mengekspresikan ide-ide jelas secara tertuli.
· Dampak pribadi
Kemampuan
untuk menciptakan kesan yang baik dan menanamkan kepercayaan
Pengetahuan manajemen
Ada dua jenis pengetahuan manajer yang merupakan kunci di dalam manajemen informasi menggunakan komputer yaitu : Mengerti komputer dan mengerti informasi.
Mengerti komputer yaitu pengetahuan mengenai
komputer yang mencakup pengertian mengenai istilah-istilah komputer, pemahaman
mengenai keunggulan dan kelemahan komputer, serta kemampuan menggunakan
komputer dsb.
Mengerti informasi yaitu pengetahuan yang meliputi bagaimana menggunakan informasi pada tiap tahap dari prosedur pemecahan masalah, di mana informasi diolah, dan bagaimana membagikan informasi dengan orang lain.
Mengerti informasi yaitu pengetahuan yang meliputi bagaimana menggunakan informasi pada tiap tahap dari prosedur pemecahan masalah, di mana informasi diolah, dan bagaimana membagikan informasi dengan orang lain.
Sistem Perusahaan
Tanggung jawab utama manajer adalah
memastikan bahwa perusahaan mencapai tujuannya. Berbagai usaha diarahkan untuk
membuat berbagai bagian perusahaan bekerja sama seperti seharusnya. Manajer
adalah elemen pengendali dalam sistem, yang bertugas menjaga sistem agar tetap
berjalan dan bergerak menuju tujuannya.
Sistem perusahaan berada dalam satu atau lebih
sistem lingkungan yang lebih besar, dan sistem perusahaan juga terdiri dari
sistem yang lebih kecil atau sub sistem . Walaupun setiap subsistem memiliki
tujuan masing-masing, tetapi tujuan-tujuan subsistemnya mendukung dan memberi
kontribusi pada tujuan keseluruhan.
Sistem perusahaan merupakan sistem Lingkaran
tertutup karena memiliki 3 elemen kontrol dan juga merupakan sistem terbuka
karena dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya.
Pandangan Sistem ini.
1. Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas
struktur organisasi dan rincian pekerjaan.
2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan
yang baik
3. Menekankan pentingnya kerja sama semua bagian
dalam organisasi
4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan
lingkungannya.
5. Memberikan penilaian yang tinggi pada
informasi umpan balik yang hanya dapat dicapai dengan cara sistem lingkaran
tertutup.
2.1Manajer dan Sistem
Ahli-ahli manajemen sering mengatakan bahwa
seorang manajer harus memandang organisasinya sebagai suatu sistem.
A.Pengertian Sistem
Sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang
saling terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Suatu
oerganisasi seperti perusahaan atau area fungsional dalam perusahaan (
Pemasaran, Sumber Daya Manusia, Keuangan, Manufaktur, dll) cocok dengan
definisi ini.
B.Elemen Sistem
Sebuah sistem tidak memiliki kombinasi elemen
yang sama, tetapi memiliki susunan dasar yang sama. ( Input, Output,
Transformasi, Mekanisme pengendalian, Tujuan)
C. Sistem
Perusahaan
Tanggung jawab utama manajer adalah memastikan bahwa perusahaan mencapai tujuannya. Berbagai usaha diarahkan untuk membuat berbagai bagian perusahaan bekerja sama seperti seharusnya. Manajer adalah elemen pengendali dalam sistem, yang bertugas menjaga sistem agar tetap berjalan dan bergerak menuju tujuannya.
Sistem perusahaan berada dalam satu atau lebih
sistem lingkungan yang lebih besar, dan sistem perusahaan juga terdiri dari
sistem yang lebih kecil atau sub sistem . Walaupun setiap subsistem memiliki
tujuan masing-masing, tetapi tujuan-tujuan subsistemnya mendukung dan memberi
kontribusi pada tujuan keseluruhan.
Sistem perusahaan merupakan sistem Lingkaran
tertutup karena memiliki 3 elemen kontrol dan juga merupakan sistem terbuka
karena dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya.
Pandangan Sistem ini,
1. Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas struktur organisasi dan rincian pekerjaan.
2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik
3. Menekankan pentingnya kerja sama semua bagian dalam organisasi
4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungannya.
5. Memberikan penilaian yang tinggi pada informasi umpan balik yang hanya dapat dicapai dengan cara sistem lingkaran tertutup.
1. Mencegah manajer tersesat dalam kompleksitas struktur organisasi dan rincian pekerjaan.
2. Menyadari perlunya memiliki tujuan-tujuan yang baik
3. Menekankan pentingnya kerja sama semua bagian dalam organisasi
4. Mengakui keterkaitan organisasi dengan lingkungannya.
5. Memberikan penilaian yang tinggi pada informasi umpan balik yang hanya dapat dicapai dengan cara sistem lingkaran tertutup.
I Evolusi Sistem Informasi
berbasis Komputer
A.
Fokus Awal pada Data
Pada awal perkembangannya (pertengahan abad dua
puluh) penggunaan komputer hanya terbatas untuk aplikasi akuntansi. Nama yang
diberikan untuk aplikasi akuntansi berbasis komputer adalah pengolahan data
elektronik atau electronic data processing (EDP). Istilah lain, Sistem
Informasi Akuntansi (SIA), digunakan untuk menggambarkan sistem yang memproses aplikasi
pengolahan data perusahaan. SIA menghasilkan beberapa informasi, sebagai produk
sampingan dari proses akuntansi.
B.
Fokus pada Informasi
Seiring dengan berkembangnya teknologi komputer
yang memiliki kemampuan proses yang lebih cepat, maka muncul konsep SIM yang
menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama
menghasilkan informasi manajemen disetiap area fungsional dan level
aktivitasnya.
C.
Fokus pada Pendukung Keputusan
Michael S. Scott Morton, Anthony Gorry dan Peter
G. W. Keen, ilmuwan informasi pada Massachusetts Institute of Technology (MIT)
memformulasikan konsep yang disebut sistem pendukung keputusan atau decision
support system (DSS). DSS adalah sistem penghasil informasi yang ditujukan pada
suatu masalah tertentu yang harus dipecahkan oleh manajer dan keputusan yang
harus dibuat manajer. Manajer tersebut dapat berada di bagian mana pun dalam
organisasi – pada tingkat mana pun dan dalam area fungsional apa pun.
D.
Fokus pada Komunikasi
Pada saat DSS berkembang , perhatian juga
difokuskan pada aplikasi komputer yang lain : otomatisasi kantor atau office
automation (OA). OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktifitas di
antara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik.
E.
Fokus pada Konsultasi
Saat ini sedang berlangsung gerakan untuk
menerapkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), bagi
masalah-masalah bisnis. Ide dasar dari AI adalah bahwa komputer dapat diprogram
untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Bagian
khusus dari AI, yaitu sistem pakar atau expert system (ES), mendapat paling
banyak perhatian. Sistem pakar adalah suatu sistem yang berfungsi sebagai
seorang spesialis dalam suatu area. Sebagai contoh, sistem pakar dapat
menyediakan bagi seorang manajer sebagian bantuan yang sama seperti yang
diberikan oleh seorang konsultan manajemen.
Manajer hanya tidak pergi keluar dan sembarangan
melakukan tanggung jawab mereka. Manajer yang baik menemukan cara untuk
menguasai lima fungsi dasar: perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin,
dan mengendalikan.
· Perencanaan
Langkah ini melibatkan memetakan persis
bagaimana untuk mencapai tujuan tertentu. Katakanlah, misalnya, bahwa tujuan
organisasi adalah untuk meningkatkan penjualan perusahaan. Manajer pertama
harus memutuskan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu.
Langkah-langkah ini dapat mencakup iklan meningkat, persediaan, dan staf
penjualan. Langkah-langkah yang diperlukan dikembangkan menjadi rencana. Bila
rencana itu di tempat, manajer dapat mengikuti untuk mencapai tujuan
meningkatkan penjualan perusahaan.
· Pengorganisasian
Setelah rencana di tempat, manajer harus
mengatur timnya dan bahan sesuai dengan rencananya. Menetapkan pekerjaan dan
pemberian wewenang adalah dua elemen penting pengorganisasian.
· Staffing
Setelah manajer discerns kebutuhan wilayahnya,
ia dapat memutuskan untuk daging sapi sampai staf nya dengan cara merekrut,
memilih, pelatihan, dan pengembangan karyawan. Seorang manajer di sebuah
organisasi besar sering bekerja dengan departemen sumber daya manusia
perusahaan untuk mencapai tujuan ini.
· Memimpin
Seorang manajer perlu melakukan lebih dari
sekedar merencanakan, mengatur, dan staf timnya untuk mencapai tujuan. Dia juga
harus memimpin. Memimpin melibatkan memotivasi, berkomunikasi, membimbing, dan
mendorong. Hal ini membutuhkan manajer untuk melatih, membantu, dan memecahkan
masalah dengan karyawan.
·
Pengendalian
Setelah elemen lain berada di tempat, pekerjaan
manajer belum selesai. Dia perlu untuk terus memeriksa hasil terhadap tujuan
dan mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk memastikan bahwa rencana
daerah nya tetap di jalur.
Semua manajer di semua tingkat organisasi setiap
melakukan fungsi-fungsi, namun jumlah waktu seorang manajer menghabiskan waktu
pada masing-masing tergantung pada kedua tingkat manajemen dan organisasi
tertentu.
Langkah-langkah yang diambil manajer dalam
mengelola sumber daya fisik dan sumber daya konseptual :
Nilai informasi yang sempurna adalah bahwa
mengambil keputusan diizinkan untuk memilih keputusan optimal dalam setiap hal,
dan bukan keputusan yang “rata-rata” akan menjadi optimal, dan untuk menghindarkan
kejadian-kejadian yang akan mengakibatkan suatu kerugian. Informasi ini tidak
sempurna karena lebih banyak memberikan perkiraan daripada memberikan angka
yang pasti.
langkah-langkah yang diambil manajer
dalam mengelola informasi fisik:
1.
Sumber daya diperoleh dan disusun
2.
Memaksimalkan penggunaan sumber daya
3.
Mengganti sumber daya pada saat
kritis sebelum sumber daya menjadi tidak efisien.
langkah-langkah yang diambil manajer
dalam mengelola informasi Koseptual:
1.
Memastikan bahwa data mentah yang diperlukan
terkumpul untuk diproses menjadi informasi yang berguna.
2.
Memastikan bahwa orang yang layak
dalam organisasi menerima informasi.
tersebut dalam bentuk yang tepat dan pada saat yang tepat
tersebut dalam bentuk yang tepat dan pada saat yang tepat
3.
Akhirnya, membuang informasi yang
tidak berguna lagi dan menggantinya dengan informasi yang mutakhir dan akurat.
Sedangkan Langkah-langkah dalam proses
pengambilan keputusan, menurut Gordon B. Davis, adalah sebagai berikut :
1. Tentukan tindakan-tindakan yang terbaik yang didasarkan atas kemungkinan
kemungkinan sebelumnya.
2. Tentukan apakah tindakan itu akan berguna untuk memperoleh informasi
sampel.
3. Tentukan ukuran sampel yang optimal.
4. Sampel
5. Perbaiki kemungkinan-kemungkinan sebelumnya didasarkan data sampel.
BAB III
KESIMPULAN
sumber daya fisik karenamemiliki wujud, sedangkan informasi adalah
sumber daya konseptual
Keahlian Manajemen
Tidak semua orang bisa menjadi seorang manajer.
Beberapa keterampilan, atau kemampuan untuk menerjemahkan
pengetahuan ke dalam tindakan yang menghasilkan kinerja yang diinginkan,
diperlukan untuk membantu karyawan lain menjadi lebih produktif.
Seorang manajer yang berhasil banyak memiliki
keahlian, tetapi ada dua yang mendasar yaitu komunikasi dan pemecahan masalah.
Keahlian komunikasi
Tidak semua orang bisa menjadi seorang manajer. Beberapa keterampilan, atau kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan ke dalam tindakan yang menghasilkan kinerja yang diinginkan, diperlukan untuk membantu karyawan lain menjadi lebih produktif. Keterampilan ini jatuh di bawah kategori berikut:
Tidak semua orang bisa menjadi seorang manajer. Beberapa keterampilan, atau kemampuan untuk menerjemahkan pengetahuan ke dalam tindakan yang menghasilkan kinerja yang diinginkan, diperlukan untuk membantu karyawan lain menjadi lebih produktif. Keterampilan ini jatuh di bawah kategori berikut:
Manajer menerima dan mengirimkan informasi dalam
bentuk lisan dan tertulis. Komunikasi tertulis meliputi laporan, surat, memo,
e_mail dan terbitan berkala. Komunikasi lisan terjadi saat rapat, menggunakan
telpon,voice mail,meninjau fasilitas, makan bisnis, dan kunjungan sosial.
B. Keahlian Pemecahan Masalah
Pemecahan
masalah (Problem Solving) sebagai semua kegiatan yang mengarah pada solusi
suatu permasalah. Masalah dianggap sebagai sesuatu yang buruk , karena sedikit
yang menganggap masalah sebagai sesuatu untuk meraih kesempatan.
Masalah secara negatif sebagai suatu kondisi
atau kejadian yang berbahaya atau mungkin membahayakan suatu perusahaan , atau
secara positif sebagai sesuatu yang menguntungkan atau mungkin menguntungkan .
Hasil dari aktifitas pemecahan masalah adalah solusi. Selama pemecahan masalah,
manajer terlibat dalam pengambilan keputusan (Decision Making), yaitu tindakan
memilih dari beberapa alternatif tindakan. Keputusan (Decision) adalah suatu
tindakan tertentu yang telah dipilih.
langkah-langkah yang diambil manajer
dalam mengelola informasi fisik:
4.
Sumber daya diperoleh dan disusun
5.
Memaksimalkan penggunaan sumber daya
6.
Mengganti sumber daya pada saat
kritis sebelum sumber daya menjadi tidak efisien.
langkah-langkah yang diambil manajer
dalam mengelola informasi Koseptual:
4.
Memastikan bahwa data mentah yang
diperlukan terkumpul untuk diproses menjadi informasi yang berguna.
5.
Memastikan bahwa orang yang layak
dalam organisasi menerima informasi.
tersebut dalam bentuk yang tepat dan pada saat yang tepat
tersebut dalam bentuk yang tepat dan pada saat yang tepat
6.
Akhirnya, membuang informasi yang
tidak berguna lagi dan menggantinya dengan informasi yang mutakhir dan akurat.
Sedangkan Langkah-langkah dalam proses
pengambilan keputusan, menurut Gordon B. Davis, adalah sebagai berikut :
1. Tentukan
tindakan-tindakan yang terbaik yang didasarkan atas kemungkinan kemungkinan
sebelumnya.
2. Tentukan
apakah tindakan itu akan berguna untuk memperoleh informasi sampel.
3. Tentukan ukuran sampel yang optimal.
4. Sampel
5. Perbaiki kemungkinan-kemungkinan sebelumnya didasarkan data sampel.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar